Kenapa Saya Memilih IPTP?

November 25, 2010 - 6:57 am 4 Comments

Saya berkuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 2008 melalui jalur masuk USMI dengan pilihan saya fakultas Peternakan. Alasan saya mengambil fakultas tersebut karena saya ingin mengembangkan sektor peternakan di daerah Tasikmalaya misalnya pengembangan sapi potong di daerah yang terpencil agar dijadikan pusat pengembangan sapi potong dan membuat program bersama-sama pemerintah dalam peningkatan produksi dan kualitas pada hewan ternak (dalam hal ini sapi) berjalan lambat bila proses reproduksi dilakukan secara alamiah. Dengan rekayasa bioteknologi reproduksi, proses reproduksi dapat dimaksimalkan antara lain dengan teknologi inseminasi buatan (IB), transfer embrio (TE), dan pembekuan embrio. Tujuan utama dari teknik IB adalah memaksimalkan potensi pejantan berkualitas unggul. Perkembangan selanjutnya adalah teknologi TE dimana bukan hanya potensi dari jantan saja yang dioptimalkan, melainkan potensi betina berkualitas unggul juga dapat dimanfatkan secara optimal. Pada betina untuk bunting hanya sekali dalam setahun (9 bulan bunting dan persiapan bunting selanjutnya) dan hanya mampu menghasilkan satu atau dua anak bila terjadi kembar. Dengan teknik TE betina unggul tidak perlu bunting tetapi hanya berfungsi menghasilkan embrio yang untuk selanjutnya bisa ditransfer (dititipkan) pada induk titipan (resipien) dengan kualitas yang tidak perlu bagus tetapi mempunyai kemampuan untuk bunting. Serta menjadi pegawai Bank bagian yang menangani permasalahan ekonomi di bidang peternakan itu masih kurang maka hal inilaah yang membuat para peternak meminjam dana kepada orang kaya bukan ke Koperasi Unit Desa maupun Bank. Kemudian saya sempat berpikir ingin bekerja di bidang jurnalistik peternakan dengan mencari fakta dan solusi melalui tulisan saya agar semua orang tahu akan ilmu peternakan serta permasalahan yang ada. Hal tersebut pemerintah menjadi peduli terhadap protein hewani yang sangat dibutuhkan rakyat miskin apalagi anak-anak dan ingin mengembangkan isu Swasembada Daging.

Berhubung pada saat itu fakultas peternakan belum ada pembagian jurusan khusus mahasiswa peternakan. Maka dengan berbagai pertimbangan saya mengambil jurusan Teknologi Produksi Ternak melalui seleksi minat dan bakat serta IPK pada tingkat satu atau TPB (tingkat persiapan bersama). Saya masuk IPB mendapatkan bantuan dana dari pemerintah.

Sayapun bercita-cita setelah lulus kuliah nanti menginginkan bekerja di perusahaan peternakan di Indonesia dalam upaya pengembangan peternakan sapi. Tetapi sayapun menginginkan bekerja ataupun berkarya di bidang jurnalistik melalui tulisan dengan niat meningkatkan pengetahuan para pembaca maupun peternak untuk meningkatkan produksinya sehingga program Swasembada Daging terlaksana. Rencana jangka panjang sayapun ingin berwirausaha dengan beternak sapi potong dengan tabungan dari sebagian penghasilan saya bekerja.